Launching Program Kolaboratif BERANI MAGAYA: Mahasiswa Turut Serta Berantas Infeksi TB
Kembali ke Berita
Kegiatan 22 Agustus 2026 2 min baca

Launching Program Kolaboratif BERANI MAGAYA: Mahasiswa Turut Serta Berantas Infeksi TB

Admin

Penulis

Palu, 22 Agustus 2026 — bertempat di Auditorium Universitas Tadulako, Palu, telah dilaunching Program Kolaboratif BERANI MAGAYA (Berantas Infeksi TB, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga) oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, didampingi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Wakil Menteri Dalam Negeri.


Program ini menjadi program kolaboratif pertama di Indonesia dalam penanggulangan Tuberkulosis (TB) yang melibatkan mahasiswa secara aktif, dengan semangat menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam upaya eliminasi TB.


Melalui BERANI MAGAYA, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi turut mengambil peran nyata dalam pendampingan pasien TB, khususnya dalam membantu mengingatkan dan mendukung kepatuhan minum obat sampai tuntas, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan kendala dalam pengobatan.


Mahasiswa juga berperan dalam mengawal keluarga pasien TB melalui upaya promotif dan preventif, mulai dari edukasi tentang TB, etika batuk, penggunaan masker, ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, mengenali gejala TB, hingga mendorong anggota keluarga yang merupakan kontak erat untuk mendapatkan skrining TB.


Tidak kalah penting, mahasiswa turut membantu mengedukasi dan mengingatkan kepatuhan konsumsi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi anggota keluarga yang telah dinilai dan mendapatkan TPT oleh tenaga kesehatan, serta membantu menghubungkan keluarga dengan petugas kesehatan apabila terdapat kendala selama menjalani TPT.


Dengan demikian, mahasiswa menjadi penggerak promotif dan preventif di kampus, keluarga, dan masyarakat, sementara keputusan klinis, pemberian obat, serta pemantauan medis tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan.


Launching ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Rektor Universitas Tadulako, Kepala UPT. Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala BBLKM Makassar, Kepala Balai Labkesmas Donggala, serta para Rektor Perguruan Tinggi Swasta se-Sulawesi Tengah. Turut hadir pula Ketua DPW SULAMPAPUA, Mas Ryzqa, yang mewakili DPP ASLABKESDA Indonesia.


Perguruan Tinggi Negeri & Swasta, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, bersama Laboratorium Kesehatan bersatu dalam satu gerakan. Bersama mahasiswa, kita putus rantai penularan TB demi mewujudkan Sulawesi Tengah bebas TB.

Bagikan: